Dampak buruk lainnya yang dapat terjadi bila Bumil mengalami darah tinggi saat hamil adalah kerusakan organ. Darah tinggi yang tidak terkontrol ketika hamil dapat merusak organ-organ penting tubuh ibu hamil, termasuk otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Hipertensi saat hamil umumnya akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan.
PDF | Hipertensi pada kehamilan sering terjadi (6-10 %) dan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada ibu, janin dan perinatal. | Find, read and cite all the research you need on
Analisis yang dilakukan oleh (Sari et al., 2018) terhadap data Riskesdas 2013 disebutkan prevalensi hipertensi ibu hamil sebesar 6,18% dengan jumlah hipertensi paling banyak di Provinsi
CONTOH KASUS ASKEB HIPERTENSI GESTASIONAL ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL NY "A" UMUR 25 TAHUN G1P0A0AH0 UMUR KEHAMILAN 12 MINGGU DI BPS MULIA , DEPOK,SLEMAN,YOGYAKARTA No. Register : 20130306 Masuk RS tanggal / jam : Rabu , 6 maret 2013/10.00 wib Dirawat diruang :Periksa I. PENGKAJIAN Tanggal : 6 maret 2013
Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ibu hamil. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa membahayakan bagi ibu dan calon bayi yang ada di kandungannya. Salah satu jenis hipertensi dalam kehamilan adalah hipertensi gestasional. Lantas, apa itu hipertensi gestasional dan apa saja jenis hipertensi pada kehamilan lainnya?
Jika ketiga jenis hipertensi di atas tidak ditangani dengan tepat, maka seorang ibu hamil berisiko menderita preeklamsia. Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, paling sering pada hati dan ginjal.
Tiga penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan (30%), hipertensi dalam kehamilan (25%), dan infeksi (12%). 3 WHO memperkirakan kasus preeklampsia tujuh kali lebih tinggi di negara berkembang daripada di negara maju. 5 Prevalensi preeklampsia di Negara maju adalah 1,3% - 6%,
7sv1.